Tips Memilih Fakultas Kedokteran yang Bagus!

Masuk fakultas medis dikira selaku perihal yang prestisius oleh warga. Dikira mempunyai masa depan yang terjamin plus duit yang berlimpah ruah.

Kanak – kanak yang sukses lulus di fakultas medis memiliki image pinter plus orang tuanya kaya raya. Sementara itu mah gak hanya orang kaya yang dapat sekolah di medis serta dokter sebenernya engga kaya raya; terlebih sehabis terdapat BPJS.

Tanggung jawab dokter itu berat; menyangkut nyawa manusia. Dokter dipercaya oleh keluarga penderita buat menyelamatkan nyawa orang yang mereka cinta. Apalagi dokter pula diucap selaku kepanjangan“ tangan” Tuhan.

Kembali ke judul, disini aku hendak mangulas kiat- kiat memilah fakultas kedokteran yang bagus. Posting ini bersumber pada pengalaman serta studi kecil- kecilan.

1.“ Hasrat masuk fakultas medis.”

Saat sebelum mangulas kiat memilah fakultas medis yang bagus, tanyakan dahulu pada dirimu;“ Kalian ingin masuk fakultas medis karna apa? Udah percaya banget nih ingin masuk fakultas medis?”

Pondasinya wajib kokoh buat membangun suatu rumah yang kuat. Niatnya wajib kokoh supaya nanti walaupun sulit, letih, serta embel- embel yang lain membuat kalian putus asa, kalian engga bakal beranggapan buat menyudahi. Menyudahi= ngebuang usia serta duit.

Masa pembelajaran itu lama, ialah kurang lebih 6 tahun( 3, 5– 4 tahun preklinik, 2 tahun koass). Sehabis lulus koass, para calon dokter tersebut wajib menjajaki tes UKDI ataupun uji kompetensi dokter indonesia serta OSCE nasional. Kalo udah lulus kedua tes tersebut, baru deh disumpah dokter serta menemukan gelar dokter. Tetapi eits, perjuangan belum usai! Buat memperoleh pesan izin praktek( SIP), para dokter ini wajib mengikut program internship terlebih dulu sepanjang kurang lebih 2 tahun.

Sehabis berakhir internship, dapet SIP, udah dapat praktek, dokter juga Diharuskan buat mengumpulkan dekat 250 poin SKP dalam satu periode( tiap 5 tahun) buat memperpanjang STR ataupun pesan ciri pendaftaran. Nah STR ini merupakan ketentuan buat memperpanjang SIP. Tujuan mengumpulkan SKP sebenernya merupakan supaya para dokter terus mengupdate ilmunya, tingkatkan kemampuannya, nambah pengetahuannya. Gimana metode mengumpulkan SKP? Triknya dengan menjajaki seminar, simposium, workshop, pelatihan, bakti sosial, serta lain- lain. Ribet, ya?

Kedkteran itu lekat dengan tuntutan wajib giat membaca novel tebel, waktu tidur senantiasa kurang, kejar deadline laporan, kuliah dari jam 7 sampe sore, tugas bak sungai yang mengalir; engga berenti- berenti, serta embel- embelnya yang buat kalian pusing sebaliknya waktu libur anak medis itu sedikit, banget.

Dapat ngebayangin engga, nanti, kala temen- temen kalian yang menempuh riset strata 1 telah tamat, bekerja, menikah, menimang anak, sebaliknya kalian masih padat jadwal sama kuliah.

Coba bayangin kala temen- temen satu universitas kalian jatah liburnya satu bulan serta jatah libur kalian hanya 2 minggu? Liburnya telat, masuknya cepet.

Kala temen- temen kalian yang lain main, jalur, nyobain tempat- tempat baru, tidur dibawah jam 12 malem, kalian boro- boro jalur, tidur 4 jam aja udah syukur Alhamdulillah. Sebaliknya pagi jam 7 agenda kuliah telah menunggu serta kalian engga di sediain jatah bolos. Bolos? Engga dapat turut tes blok.

Ohya, medis melakukan sistem KBM. Jadi pembelajarannya sistem per blok. Satu semester dapat terdiri atas 2, 3, ataupun apalagi 5 blok. Bergantung kebijakan universitas tiap- tiap. Serta tiap akhir blok, kalian bakal tes. Iya, hidup kalian bakal penuh dengan tes. Tes mulu. Ujiannya engga hanya tes tulis ataupun tes CBT, tetapi pula tes lisan; OSCE serta SOCA. Tiap minggu kalian hendak disuguhi kewajiban berbentuk presentasi, kurang lebih 2 ataupun 3 kali dalam seminggu. Tidak kurang ingat dengan praktikum serta yang tentu deadline laporan. Tugas bak sungai yang mengalir; engga berenti- berenti.

Di medis pula memahami sistem“ turun blok” serta“ tidak naik tingkatan”. Bila nilai kalian engga memadai, ya kalian wajib tinggal blok turut adek kelas. Tidak naik tingkatan diperbolehkan optimal cuma 2 kali. Lebih dari 2 kali, mahasiswa hendak di Drop Out( D. O).

Aku memiliki banyak sahabat yang telah sukses masuk ke fakultas medis dengan gagah, tetapi kesimpulannya mengugurkan diri karna pelajarannya berat. Salah satu sahabat aku malah menderita sakit jantung karna stress kuliah di medis.

Yaa ingin kuliah di jurusan apapun tentu terdapat suka dukanya.

Wajib tahan banting, sih. Kalian wajib pinter manage stress, manage diri, manage rasa malas. Jangan masuk fakultas medis karna alibi‘ dokter kan kaya’. Saat ini udah jamannya BPJS. Boro- boro kaya. Kalo ingin kaya, jadi pebisnis aja, jangan jadi dokter ya. Hehe.

2.“ Akreditasi”

Ini poin sangat berarti sih bagi aku. Jangan pake prinsip“ yang berarti jadi dokter” aja. Kalian wajib memikirkan akreditasi. Minimun akreditasi B, ya. Mengapa? Karna lulusan fakultas medis berakreditasi C belum dapat mengambil spesialisasi. Dapat sih ngambil strata 2, tetapi engga dapat ngambil program spesialisasi.

Tidak hanya itu, kalo kalian ingin jadi dokmil ataupun dokter militer, mereka cuma menerima lulusan dari fakultas medis berakreditasi minimun B dengan minimum IPK yang sudah didetetapkan.

Buat ngecheck akreditasi fakultas medis dapat dilihat di website dikti; link.

Kalian boleh kok memilah fakultas medis berakreditasi C dengan jaminan bila nanti akreditasnya bakal naik.

3.“ Negara ataupun Swasta?”

Basically universitas negara ataupun swasta mah sama aja. Mutu serta sarana didetetapkan akreditasi. Kelainannya kalo masuk universitas negara biayanya notabene lebih ringan dibanding swasta. Masuk universitas negara terdapat 3 opsi jalan, nih umumnya; SNMPTN, SBMPTN, serta jalan mandiri. Nah jalan mandiri itu jorjoran dah duit masuknya mahal. Universitas negara persaingannya lebih ketat, sih.

Aku menganjurkan, kalo pengen banget masuk fakultas medis, kalian dapat turut uji fakultas medis di universitas swasta selaku cadangan barangkali( jeleknya) enggak lulus di universitas negara. Umumnya pilih masuk universitas swasta dibuka mulai bulan desember sampai agustus. Bergantung universitas. Umumnya bayaran serta persaingan kian ketat bila menjajaki pilih pasca pengumuman SBMPTN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *